Minggu, 16 Oktober 2016

Peng. Teknologi Sistem Cerdas


SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT SALURAN
PERNAFASAN YANG DIPICU PENGGUNAAN AIR CONDITIONER (AC) DENGAN METODE DEMPSTER SHAFER


Jurnal:  RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT SALURAN      PERNAFASAN YANG DIPICU PENGGUNAAN AIR CONDUTIONER (AC) DENGAN METODE DEMPSTER SHAFER 
Oleh:  Novy Akti Handayani Dan Irawan Dwi Wahyono
Dari:  Teknik Informatika, Universitas Kanjuruhan Malang



Abstrak
Sistem pakar adalah sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan  bahasa pemrograman terten tu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh  para ahli. Salah satu penerapan sistem pakar dapat digunakan untuk diagnosa penyakit saluran
pernafasan yang dipicu penggunaan Air conditioner (AC). Penyakit saluran pernafasan merupakan seke lompok penyakit kompleks dan heterogen yang disebabkan oleh berbagai
penyebab dan dapat mengenai setiap lokasi di sepanjang saluran nafas. Penyakit saluran
pernafasan merupakan salah satu penyebab utama kunjungan pasien ke sarana kesehatan.
Metode dempster shafer merupakan metode penalaran  non monotonis  yang digunakan untuk
mencari ketidakpastian akibat adanya penambahan maupun pengurangan fakta baru yang akan
merubah aturan yang ada, sehingga metode  dempster shafer  memungkinkan seseorang aman
dalam melaku kan pekerjaan seorang pakar, sekaligus dapat mengetahui probabilitas atau
presentase dari penyakit yang mungkin diderita. Hasil uji coba 10 kasus didapatkan persentase
sebesar 100% nilai kebenaran antara perhitugan manual dan sistem dari prediksi diagnosa  yang sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki oleh pakar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
sistem pakar yang telah dibangun dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit saluran pernafasan yang dipicu penggunaan  Air conditioner (AC) dengan metode dempster shafer.
                                                               
Kata Kunci : Sistem Pakar, Penyakit Saluran Pernafasan, Metode Dempster Shafer



BAB I
PENDAHULUAN

1              Pendahuluan
      1.1  Latar Belakang
Penyakit saluran pernafasan merupakan penyakit yang masih menjadi masalah dalam kesehatan masyarakat, diderita oleh anak-anak sampai dewasa. Penyebab penyakit saluran pernafasan terdiri dari 300 jenis jamur, virus dan bakteri. Penyebaran jamur, virus dan bakteri tersebut bisa melalui pertukaran udara saat bernafas. Salah satu faktor pemicu penyakit saluran pernafasan yaitu penggunaan Air Conditioner(AC). Air Conditioner (AC) yang jarang dibersihkan dan dalam keadaan kotor akan menjadi tempat nyaman bagi mikroorganisme untuk berkembang berbiak. Kondisi tersebut mengakibatkan kualitas udara dalam ruangan menurun dan tercemar sehingga secara berlanjut dapat mengeluarkan bahan polutan berupa jamur, virus dan bakteri yang dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan salah satunya penyakit saluran pernafasan.
Dampak pencemaran udara dalam ruangan ber- Air Conditioner (AC) terhadap organ tubuh yang berhubungan langsung dengan udara berupa infeksi pada saluran pernafasan seperti batuk, kesulitan bernafas, sakit tenggorokan, demam, nafas berbunyi mengi, sesak nafas, dan nyeri dada yang merupakan gejala penyakit saluran pernafasan. Selama ini dokter dalam mendiagnosa pasien secara manual yaitu pasien menjelaskan gejala - gejala yang dirasakan, sehingga terkadang masih terjadi kekurangan dalam mendiagnosa pasien. Perlu dibangun suatu sistem pakar tentang penyakit saluran pernafasan yang dipicu penggunaan Air Conditioner(AC) untuk memperoleh suatu solusi berdasarkan diagnosa dini penyakit yang diderita. Proses pelacakan kesimpulan terkadang mengalami faktor penghambat karena adanya perubahan terhadap pengetahuan yang menyebabkan proses penentuan kesimpulan juga mengalami perubahan. Dalam sistem pakar hal ini disebut dengan faktor ketidakpastian dimana salah satu metode yang dapat digunakan yaitu metode dempster shafer yang memungkinkan seseorang aman dalam melakukan pekerjaan seorang pakar, sekaligus dapat mengetahui probabilitas atau presentase dari penyakit yang mungkin diderita.


1.2  Tujuan
Tujuan dari analisa kali ini untuk mengetahui apakah sistem pakar ini mampu membantu para Spesialis Dokter pernafasan untuk menentukan jenis penyakit pernafasan dan untuk mengetahui bagaimana cara kerja sistem pakar tersebut.

          1.3 Batasan masalah
1.      Apakah sistem pakar tersebut dapat membantu.
2.      Mengetahui metode apa yang digunakan sistem pakar tersebut.
3.      Mengetahui cara kerja sistem pakar tersebut.

BAB II
RINGKASAN JURNAL

Sistem pakar dari jurnal yang saya analisa adalah berbasis web atau android. Sistem pakar ini agar dapat dikembangkan cakupannya, sehingga dapat diperoleh gangguan kesehatan lain yang dapat dipicu oleh penggunaan Air Conditioner (AC). Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengunakan metode yang berbeda misalnya menggunakan metode Bayes, atau Certainty Factor (CF), serta bisa membandingkan efisiensi serta akurasi dengan metode dempster shafer.
Pada metode dempster shafer dibutuhkan seorang pakar untuk menentukan sebuah nilai belief (kepercayaan) yang mempunyai nilai antara 0 sampai 1, kemudian dengan adanya nilai belief maka akan ada nilai plausibility (kemasukakalan) untuk mengetahui nilai kemungkinan hasil diagnosa penyakit dilakukan penghitungan nilai kemungkinan dengan menggunakan metode dempster shafer yang juga mempunyai nilai antara 0 sampai 1. Proses pengujian sistem berupa masukkan data gejala yang dialami pasien. Setelah  proses pengujian tersebut berhasil dilakukan, maka akan muncul hasil diagnosa berupa nomor registrasi, nama jenis kelamin, umur, alamat dan hasil kemungkinan penyakit yang dialami beserta presentase nilai dari penyakit yang diderita dimana berdasarkan pengujian tersebut.


                                                              BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

Tujuan dari sistem pakar yang saya analisa sistem pakar adalah sistem yang  didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli. Diharapkan dengan sistem ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik sedikit rumit ataupun rumit sekalipun tanpa bantuan para ahli dalam bidang tertentu (Suyoto, 2004).

Dalam jurnal yang saya analisa pun konsep dasarnya dari suatu sistem  pakar mengandung beberapa  unsur/elemen, yaitu keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan, dan kemampuan  menjelaskan. Keahlian merupakan suatu  penguasan pengetahuan dibidang tertentu yang didapatkan dari pelatihan, membaca atau pengalaman(Arhami, 2005).


BAB IV
PEMBAHASAN

Dalam perancangan sistem pakar yang saya analisa, yaitu Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh beberapa informasi yang berkaitan dalam pembuatan aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit saluran pernafasan yaitu, berupa data gejala dan data penyakit. Data - data yang diperoleh selama proses pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara dengan seorang pakar yaitu dokter, perawat, dan didukung oleh buku, jurnal, serta browsing internet yang berhubungan dengan penyakit saluran pernafasan. Data - data tersebut yang kemudian diproses oleh sistem sehingga menjadi data input dan data output nya.

1.      Data Gejala
Data -  data gejala yang digunakan dalam sistem pakar penyakit saluran pernafasan yang dipicu penggunaan Air Conditioner (AC). Adapun data – data gejala tersebut dapat dilihat pada table dibawah ini. 

Kode Gejala
 Gejala
       G1
Badan terasa sakit teruma pada bagian punggung
       G2
Batuk berdahak kuning
       G3
Batuk berdahak putih
       G4
Batuk berdahak putih, kuningdan disertai darah
       G5
Batuk Berdahak  setelah 2-3 hari
       G6
Batuk kering
       G7
Batuk menetap lebih dari 1 bulan apabila sering menggunakan AC
       G8
Berkeringat pada malam hari tanpa sebab
       G9
Demam disertai menggigil ketika menggunakan AC terlalu dingin
       G10
Hidung mampet, meler dan bersin - bersin terlalu lama diruangan ber-   AC
       G11
Iritasi mata, mata berair, mata merah saat terpapar udara AC
       G12
Kesulitan bernafas
       G13
Nafas tersengal - sengal setelah terkena udara dari AC
       G14
Nafsu makan dan berat badan turun
       G15
Nyeri dada
       G16
Sakit kepala ketika terlalu lama diruangan ber - AC
       G17
Sakit tenggorokan
       G18
Sakit di dada
       G19
Sesak nafas saat menggunakan AC
       G20
Sesak nafas kumat - kumatan
       G21
Sesak nafas setelah melakukan aktifitas berat
       G22
Suara nafas mengi
       G23
Susah tidur
 Tabel 1 data Gejala



2.       Data Penyakit
         Jumlah penyakit saluran pernafasan yang diolah dala sistem pakar saluran pernafasan yang dipicu
penggunaan Air Conditioner (AC) ini ada 5 macam penyakit. Adapun data - data penyakit dapat dilihat
pada tabel dibawah ini.

Kode Penyakit
Nama Penyakit
P1
Asma
P2
Bronkitis
P3
Influenza
P4
Pneumonia
P5
TBC
Tabel  2 data Penyakit


 3.      Aturan Rule
        Basis aturan diambil dari tabel keputusan yang ada kemudian disusun dalam bentuk aturan (rule)
yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

  
                     Aturan ( Rule )
                                   Kaidah Produksi ( AND )
                            R1                                                                     
      IF G3 AND G18 AND G19 AND G20 AND G22 THEN P1
                            R2
      IF G2 AND G5 AND G6 AND G12 THEN P2
                            R3                                                              
      IF G1 AND G9 AND G10 AND G11 AND G16 AND G17 THEN P3
                            R4
      IF G8 AND G13 AND G15 AND G21 THEN P4
                            R5
      IF G4 AND G7 AND G14 AND G23 THEN P5


                       Tabel 3 Aturan Rule


BAB V
KESIMPULAN
Setelah menganlisis, merancang dan menghasilkan sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit saluran pernafasan yang dipicu penggunaan Air Conditioner (AC) maka dapat diambil kesimpulan :
1. Sistem pakar dengan metode Dempster - Shafer dapat dipergunakan untuk mendiagnosa penyakit   saluran pernafasan yang dipicu penggunaan Air Conditioner (AC) dengan masukkan berupa gejala yang dapat menghasilkan nilai perhitungan beserta penyakitnya.

2.  Hasil uji coba 10 kasus didapatkan persentase sebesar 100% nilai kebenaran antara perhitugan manual dan sistem dari prediksi diagnosa yang sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki sistem pakar.


DAFTAR PUSTAKA














Tidak ada komentar:

Posting Komentar