SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT SALURAN
PERNAFASAN YANG DIPICU PENGGUNAAN AIR CONDITIONER (AC)
DENGAN METODE DEMPSTER SHAFER
Jurnal: RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT
SALURAN PERNAFASAN YANG DIPICU
PENGGUNAAN AIR CONDUTIONER (AC) DENGAN METODE DEMPSTER SHAFER
Oleh:
Novy Akti Handayani Dan Irawan Dwi Wahyono
Dari: Teknik Informatika, Universitas Kanjuruhan
Malang
Abstrak
Sistem pakar adalah sistem yang
didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman terten tu untuk dapat
menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli. Salah satu penerapan sistem pakar
dapat digunakan untuk diagnosa penyakit saluran
pernafasan yang dipicu penggunaan
Air conditioner (AC). Penyakit saluran pernafasan merupakan seke lompok
penyakit kompleks dan heterogen yang disebabkan oleh berbagai
penyebab dan dapat mengenai setiap
lokasi di sepanjang saluran nafas. Penyakit saluran
pernafasan merupakan salah satu
penyebab utama kunjungan pasien ke sarana kesehatan.
Metode dempster shafer merupakan
metode penalaran non monotonis yang digunakan untuk
mencari ketidakpastian akibat adanya
penambahan maupun pengurangan fakta baru yang akan
merubah aturan yang ada, sehingga
metode dempster shafer memungkinkan seseorang aman
dalam melaku kan pekerjaan seorang
pakar, sekaligus dapat mengetahui probabilitas atau
presentase dari penyakit yang
mungkin diderita. Hasil uji coba 10 kasus didapatkan persentase
sebesar 100% nilai kebenaran antara
perhitugan manual dan sistem dari prediksi diagnosa yang sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki
oleh pakar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
sistem pakar yang telah dibangun
dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit saluran pernafasan yang dipicu
penggunaan Air conditioner (AC) dengan
metode dempster shafer.
Kata Kunci : Sistem Pakar, Penyakit
Saluran Pernafasan, Metode Dempster Shafer
BAB
I
PENDAHULUAN
1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Penyakit saluran pernafasan merupakan penyakit yang masih
menjadi masalah dalam kesehatan masyarakat, diderita oleh anak-anak sampai
dewasa. Penyebab penyakit saluran pernafasan terdiri dari 300 jenis jamur, virus
dan bakteri. Penyebaran jamur, virus dan bakteri tersebut bisa melalui
pertukaran udara saat bernafas. Salah satu faktor pemicu penyakit saluran
pernafasan yaitu penggunaan Air Conditioner(AC). Air Conditioner (AC) yang
jarang dibersihkan dan dalam keadaan kotor akan menjadi tempat nyaman bagi
mikroorganisme untuk berkembang berbiak. Kondisi tersebut mengakibatkan
kualitas udara dalam ruangan menurun dan tercemar sehingga secara berlanjut
dapat mengeluarkan bahan polutan berupa jamur, virus dan bakteri yang dapat
menimbulkan berbagai gangguan kesehatan salah satunya penyakit saluran
pernafasan.
Dampak pencemaran udara dalam
ruangan ber- Air Conditioner (AC) terhadap organ tubuh yang berhubungan
langsung dengan udara berupa infeksi pada saluran pernafasan seperti batuk,
kesulitan bernafas, sakit tenggorokan, demam, nafas berbunyi mengi, sesak nafas,
dan nyeri dada yang merupakan gejala penyakit saluran pernafasan. Selama ini
dokter dalam mendiagnosa pasien secara manual yaitu pasien menjelaskan gejala -
gejala yang dirasakan, sehingga terkadang masih terjadi kekurangan dalam
mendiagnosa pasien. Perlu dibangun suatu sistem pakar tentang penyakit saluran
pernafasan yang dipicu penggunaan Air Conditioner(AC) untuk memperoleh suatu
solusi berdasarkan diagnosa dini penyakit yang diderita. Proses pelacakan
kesimpulan terkadang mengalami faktor penghambat karena adanya perubahan
terhadap pengetahuan yang menyebabkan proses penentuan kesimpulan juga
mengalami perubahan. Dalam sistem pakar hal ini disebut dengan faktor
ketidakpastian dimana salah satu metode yang dapat digunakan yaitu metode
dempster shafer yang memungkinkan seseorang aman dalam melakukan pekerjaan
seorang pakar, sekaligus dapat mengetahui probabilitas atau presentase dari
penyakit yang mungkin diderita.
1.2 Tujuan
Tujuan dari analisa kali ini untuk
mengetahui apakah sistem pakar ini mampu membantu para Spesialis Dokter
pernafasan untuk menentukan jenis penyakit pernafasan dan untuk mengetahui
bagaimana cara kerja sistem pakar tersebut.
1.3 Batasan masalah
1. Apakah
sistem pakar tersebut dapat membantu.
2. Mengetahui
metode apa yang digunakan sistem pakar tersebut.
3. Mengetahui
cara kerja sistem pakar tersebut.
BAB
II
RINGKASAN
JURNAL
Sistem
pakar dari jurnal yang saya analisa adalah berbasis web atau android. Sistem pakar ini agar dapat dikembangkan
cakupannya, sehingga dapat diperoleh gangguan kesehatan lain yang dapat dipicu
oleh penggunaan Air Conditioner (AC). Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat
mengunakan metode yang berbeda misalnya menggunakan metode Bayes, atau
Certainty Factor (CF), serta bisa membandingkan efisiensi serta akurasi dengan
metode dempster shafer.
Pada
metode dempster shafer dibutuhkan seorang pakar untuk menentukan sebuah nilai
belief (kepercayaan) yang mempunyai nilai antara 0 sampai 1, kemudian dengan
adanya nilai belief maka akan ada nilai plausibility (kemasukakalan) untuk
mengetahui nilai kemungkinan hasil diagnosa penyakit dilakukan penghitungan
nilai kemungkinan dengan menggunakan metode dempster shafer yang juga mempunyai
nilai antara 0 sampai 1. Proses pengujian sistem berupa masukkan data gejala
yang dialami pasien. Setelah proses
pengujian tersebut berhasil dilakukan, maka akan muncul hasil diagnosa berupa
nomor registrasi, nama jenis kelamin, umur, alamat dan hasil kemungkinan
penyakit yang dialami beserta presentase nilai dari penyakit yang diderita
dimana berdasarkan pengujian tersebut.
BAB
III
TINJAUAN
PUSTAKA
Tujuan
dari sistem pakar yang saya analisa sistem pakar adalah sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan
bahasa pemrograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang
dilakukan oleh para ahli. Diharapkan dengan sistem ini, orang awam dapat
menyelesaikan masalah tertentu baik sedikit rumit ataupun rumit sekalipun tanpa
bantuan para ahli dalam bidang tertentu (Suyoto, 2004).
Dalam
jurnal yang saya analisa pun konsep dasarnya dari suatu sistem pakar mengandung beberapa unsur/elemen, yaitu keahlian, ahli, pengalihan
keahlian, inferensi, aturan, dan kemampuan menjelaskan. Keahlian merupakan suatu penguasan pengetahuan dibidang tertentu yang
didapatkan dari pelatihan, membaca atau pengalaman(Arhami, 2005).
BAB
IV
PEMBAHASAN
Dalam perancangan sistem pakar yang saya analisa,
yaitu Pengumpulan data dilakukan
untuk memperoleh beberapa informasi yang berkaitan dalam pembuatan aplikasi sistem
pakar diagnosa penyakit saluran pernafasan yaitu, berupa data gejala dan data
penyakit. Data - data yang diperoleh selama proses pengumpulan data diperoleh
dari hasil wawancara dengan seorang pakar yaitu dokter, perawat, dan didukung
oleh buku, jurnal, serta browsing internet yang berhubungan dengan penyakit
saluran pernafasan. Data - data tersebut yang kemudian diproses oleh sistem
sehingga menjadi data input dan data output nya.
1.
Data Gejala
Data - data gejala yang digunakan dalam sistem pakar
penyakit saluran pernafasan yang dipicu penggunaan Air Conditioner (AC). Adapun data – data gejala tersebut dapat
dilihat pada table dibawah ini.
|
Kode Gejala
|
Gejala
|
|
G1
|
Badan terasa sakit teruma pada
bagian punggung
|
|
G2
|
Batuk berdahak kuning
|
|
G3
|
Batuk berdahak putih
|
|
G4
|
Batuk berdahak putih, kuningdan
disertai darah
|
|
G5
|
Batuk Berdahak setelah 2-3 hari
|
|
G6
|
Batuk kering
|
|
G7
|
Batuk menetap lebih dari 1 bulan
apabila sering menggunakan AC
|
|
G8
|
Berkeringat pada malam hari tanpa
sebab
|
|
G9
|
Demam disertai menggigil ketika menggunakan
AC terlalu dingin
|
|
G10
|
Hidung mampet, meler dan bersin - bersin
terlalu lama diruangan ber- AC
|
|
G11
|
Iritasi mata, mata berair, mata
merah saat terpapar udara AC
|
|
G12
|
Kesulitan bernafas
|
|
G13
|
Nafas tersengal - sengal setelah
terkena udara dari AC
|
|
G14
|
Nafsu makan dan berat badan turun
|
|
G15
|
Nyeri dada
|
|
G16
|
Sakit kepala ketika terlalu lama
diruangan ber - AC
|
|
G17
|
Sakit tenggorokan
|
|
G18
|
Sakit di dada
|
|
G19
|
Sesak nafas saat menggunakan AC
|
|
G20
|
Sesak nafas kumat - kumatan
|
|
G21
|
Sesak nafas setelah melakukan
aktifitas berat
|
|
G22
|
Suara nafas mengi
|
|
G23
|
Susah tidur
|
Tabel 1 data Gejala
2. Data Penyakit
Jumlah penyakit saluran pernafasan yang diolah
dala sistem pakar saluran pernafasan yang dipicu
penggunaan Air Conditioner
(AC) ini ada 5 macam penyakit. Adapun data - data penyakit dapat dilihat
pada
tabel dibawah ini.
|
Kode
Penyakit
|
Nama
Penyakit
|
|
P1
|
Asma
|
|
P2
|
Bronkitis
|
|
P3
|
Influenza
|
|
P4
|
Pneumonia
|
|
P5
|
TBC
|
Tabel 2 data Penyakit
3.
Aturan Rule
Basis aturan diambil dari tabel keputusan yang ada kemudian
disusun dalam bentuk aturan (rule)
yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
|
Aturan ( Rule )
|
Kaidah Produksi ( AND )
|
|
R1
|
IF G3 AND G18 AND G19 AND G20 AND
G22 THEN P1
|
|
R2
|
IF G2 AND G5 AND G6 AND G12 THEN
P2
|
|
R3
|
IF G1 AND G9 AND G10 AND G11 AND
G16 AND G17 THEN P3
|
|
R4
|
IF G8 AND G13 AND G15 AND G21 THEN
P4
|
|
R5
|
IF G4 AND G7 AND G14 AND G23 THEN
P5
|
Tabel 3 Aturan Rule
BAB
V
KESIMPULAN
Setelah menganlisis, merancang dan
menghasilkan sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit saluran pernafasan yang
dipicu penggunaan Air Conditioner (AC) maka dapat diambil kesimpulan :
1. Sistem pakar dengan metode Dempster -
Shafer dapat dipergunakan untuk mendiagnosa penyakit saluran pernafasan yang
dipicu penggunaan Air Conditioner (AC) dengan masukkan berupa gejala yang dapat
menghasilkan nilai perhitungan beserta penyakitnya.
2. Hasil uji coba 10 kasus didapatkan
persentase sebesar 100% nilai kebenaran antara perhitugan manual dan sistem
dari prediksi diagnosa yang sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki sistem
pakar.
DAFTAR
PUSTAKA