Minggu, 07 Januari 2018

ACL (Audit Command Language)

Salah satu alat bantu untuk auditor/analyst data yang sudah dikenal didunia yaitu ACL Software. Software ini dapat melakukan akses data langsung kedalam database ataupun dalam bentuk teks file dalam waktu yang singkat tanpa menganggu sistem yang sedang berjalan. Melakukan proses verifikasi hasil dari data yang diperoleh untuk menciptakan integrasi data yang dipercaya dan hasil analisa data yang dapat dihandalkan. Semua dapat dilakukan dengan cepat, tepat, aman dan akurat.

ACL juga merupakan Tools yang paling diminati untuk dapat membantu proses analisis data secara interaktif dalam menghasilkan informasi yang tepat guna bagi keperluan pengambilan keputusan yang tepat bagi manajemen.

ACL dikembangkan sejak tahun 1970-an oleh Prof. Hart J. Will dari Canada dan kemudian dikelola oleh ACL Services Ltd, Vancouver, Canada, dan merupakan pemimpin pasar dalam teknologi pengambilan data, analisis data, serta pelaporan (hasil survey tahunan The Institute of Internal Auditors, USA, 2005).

ACL telah dikembang luaskan dengan fungsi untuk memenuhi kebutuhan analisis data seluruh aktivitas bisnis operasional di dalam perusahaan, di antaranya pada bidang audit untuk analisis data, pencocokan dan pembandingan data, laporan penyimpangan, dsb; pada bidang IT (Information Technology) untuk data migrationdata cleansingdata matchingdata integrity testing; selain itu juga untuk analisis, konsolidasi, rekonsiliasi data, dan pelaporan pada divisi lain seperti Keuangan, Pemasaran, Distribusi, Operasional, dan lain sebagainya.
ACL juga merupakan suatu sistem berbasis windows yang bersifat ‘Graphical User Interface (GUI)’ dan sangat mudah digunakan (‘User Friendly’) untuk melakukan suatu proses analisis data serta monitoring.

COBIT

COBIT merupakan singkatan dari Control Objective for Information and Related Technology. COBIT adalah suatu panduan standar praktek manajemen teknologi informasi yang dikeluarkan oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ICASA.
COBIT disusun oleh Information Systems Audit and Control Foundation (ISACF) pada tahun 1996. Edisi kedua diterbitkan pada tahun 1998. Pada tahun 2000 dirilis COBIT 3.0 oleh ITGI (Infromation Technology Governance Institute), dan COBIT 4.0 dirilis pada tahun 2005. Pada tahun 2007, dirilis COBIT 4.1 hingga sekarang COBIT 5 yang digunakan hingga kini. COBIT digunakan untuk membantu manajemen senior, pemilik proses bisnis, user, dan auditor dalam memahami dan mengelola resiko yang berhubungan dengan teknologi informasi dalam suatu kebijakan yang jelas. COBIT juga mendukung pengelolaan dalam penataan teknologi informasi dengan menyediakan kerangka kerja untuk mengatur keselarasan teknologi informasi dengan bisnis.
Kerangka kerja tersebut juga berguna untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal, resiko dikelola secara tepat, dan sumber daya digunakan secara bertanggung jawab.
COBIT FRAMEWORK
Kerangka kerja Cobit terdiri dari beberapa guidelines (arahan), yaitu :
a.    Control Objectives
Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat tinggi (high level control objectives) yang tercermin dalam 4 domain, yaitu : planning & organization, acquisition & implementation, delivery & support, dan monitoring.
b.    Audit Guidelines
Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendali rinci (detailed control objectives) untuk membantu para auditor dalam memberikanmanagement assurance atau saran perbaikan.
c.    Management Guidelines
Berisi arahan baik secara umum maupun spesifik mengenai apa saja yang mesti dilakukan.
d.    Maturity Models
Untuk memetakan status maturity proses-proses IT (dalam skala 0 – 5).
Cobit memiliki empat domain sebagai tahapan pengelolaan teknologpi informasi, yaitu :
1. Perencanaan dan Organisasi (Planning and Organization)
Pada domain ini, titik berat terdapat pada proses perencanaan dan penyelarasan antara strategi teknologi informasi dengan  perusahaan. Seperti menentukan rencana strategis, mengelola investasi, sumber daya manusia, proyek, dan kualitas.
2. Pengadaan dan Implementasi (Acquire and Implementation)
Domain ini berkaitan dengan implementasi solusi teknologi informasi dan integrasinya dalam proses bisnis organisasi, misalnya mengidentifikasi soluci yang dapat diotomatisasi, mengelola perubahan, dan memelihara perangkat lunak yang digunakan.
3. Pengantaran dan Dukungan (Delivery and Support)
Pada domain deliver and support, mencakup proses pemenuhan layanan teknologi informasi, keamanan sistem, pelatihan, dan pendidikan untuk pengguna. Selain itu, domain ini juga mencakup beberapa kegiatan seperti mengelola konfigurasi, permasalahan, data, operasi, dan lingkungan fisik.
4. Pengawasan dan Evaluasi (Monitoring and Evaluate)
Dalam domain keempat pada COBIT, berfokus kepada pemeriksaan intern, ekstern, dan jaminan kebebasan dari proses pemeriksaan yang dilakukan. Dan domain ini juga mengawasi dan mengevaluasi performa teknologi informasi dan kontrol internal.

Analisis E-Government dan kategoris Pada Provinsi NAD

Tabel Analisis Website Provinsi NAD 

No
Unit Analisis
Bobot Nilai
Kategori
Bobot Nilai
Jumlah Total
% Nilai Total
1
Informasi Menu Utama dalam website
25%
Potensi daerah
Komoditas Utama
Kualitas SDM
40%
30%
30%
80
40
50
80x40%+40x30%+50x30%=59
2
Informasi tambahan dalam fasilitas website
20%
Tahap I
Tahap II
Tahap III
20%
30%
50%
90
70
70
90x20%+70x30%+70x50%=74
3
Penyediaan Hubungan
15%
G2C
G2B
G2G
40%
30%
30%
100
70
80
100x40%+70x30%+80x30%=85
4
Aksebilitas
10%
<10 detik
10 – 30 detik
>30 detik
100%
70%
50%

100
70x100%=70
5
Design
10%
Animasi
Grafis
Text Lengkap
30%
30%
40%
100
90
90
100x30%+90x30%+90x40%=86
6
Jumlah tingkatan Informasi
20%
1 Tingkat
2 Tingkat
3 Tingkat
4 Tingkat
25%
25%
25%
25%
100
80
70
70
100x25%+80x25%+70x25%+70x25%=80

TOTAL




59x25%+74x20%+85x15%+70x10%+86x10%+80x20%=23,75+14,8+12,75+7+8,6+16=82,9





Keterangan :
0 s.d. 20,99     : Sangat Buruk

21 s.d. 40,99   : Buruk

41 s.d. 60,99   : Cukup

61 s.d. 80,99   : Baik

81 s.d. 100      : Sangat Baik

Kesimpulan :

Berdasarkan analisis kelompok kami yang dilakukan pada website Pemerintah Provinsi NAD, maka predikat penerapan E-Government pada daerah ini adalah BAIK.

Tabel Analisis Website Kota Banda Aceh 

No
Unit Analisis
Bobot Nilai
Kategori
Bobot Nilai
Jumlah Total
% Nilai Total
1
Informasi menu utama dalam Website
25%
Potensi daerah Komoditas Utama
kualitas SDM
40%
30%
30%
90
60
50
90x40%+60x30%+50x30% = 69
2
Informasi tambahan dalam fasilitas Website
20%
Tahap I
Tahap II
Tahap III
20%
30%
50%
90
90
90
90x20%+90x30%+90x50% = 90
3
Penyedia Hubungan
15%
G2C
G2B
G2G
40%
30%
30%

80
90
90
80x40%+90x30%+90x30% = 86
4
Aksesbilitas
10%
<10 detik
10 – 30 detik
>30 detik
100%
70%
50%
100
100x100% = 100
5
Design
10%
Animasi
Grafis
Teks Lengkap
30%
30%
40%
80
70
90
80x30%+70x30%+90x40% = 81
6
Jumlah tingkatan informasi
20%
1 Tingkat
2 Tingkat
3 Tingkat
4 Tingkat
25%
25%
25%
25%
90
90
90
90
90x25%+90x25%+90x25%+90x25% = 90

TOTAL



69x25% +90x20% +86x15% +100x10% +81x10% +90 x 20% = 84,25

Keterangan :
0 s.d. 20,99     : Sangat Buruk

21 s.d. 40,99   : Buruk

41 s.d. 60,99   : Cukup

61 s.d. 80,99   : Baik

81 s.d. 100      : Sangat Baik

Kesimpulan :

Berdasarkan analisis kelompok kami yang dilakukan pada website Pemerintah Provinsi Banda Aceh, maka predikat penerapan E-Government pada daerah ini adalah BAIK.


Tabel Analasis Website kota Sabang

No
Unit Analisis
Bobot Nilai
Kategori
Bobot Nilai
Jumlah Total
% Nilai Total
1
Informasi menu utama dalam Website
25%
Potensi daerah
Komoditas utama
Kualitas SDM
40%
30%
30%
80
50
70
80x40% + 50x30% + 70x30%
= 68
2
Informasi tambahan dalam fasilitas website
20%
Tahap 1
Tahap 2
Tahap 3
20%
30%
50%
65
50
45
65x20% + 50x30% + 45x50% = 40,5
3
Penyedia hubungan
15%

G2C
G2B
G2G
40%
30%
30%
40
35
35
40x40% + 35x30% + 35x30%= 37
4
Aksesbilitas
10%
<10 detik
10 – 30 detik
>30 detik
100%
70%
50%
100
100x100% = 100
5
Design
10%
Animasi
Grafis
Teks Lengkap
30%
30%
40%
60
70
65
60x30% + 70x30% + 65x40% = 65
6
Jumlah tingkatan informasi
20%
1 tingkat
2 tingkat
3 tingkat
4 tingkat
25%
25%
25%
25%
40
45
40
60
40x25% + 45x25% + 40x25% + 60x25% = 46,25

TOTAL




68x25% + 40,5x20% + 37x15% + 75x10% + 65x10% + 46,25x20% = 53,9


Keterangan :
0 s.d. 20,99     : Sangat Buruk

21 s.d. 40,99   : Buruk

41 s.d. 60,99   : Cukup

61 s.d. 80,99   : Baik

81 s.d. 100      : Sangat Baik

Kesimpulan :

Berdasarkan analisis kelompok kami yang dilakukan pada website Pemerintah Provinsi Sabang , maka predikat penerapan E-Government pada daerah ini adalah BAIK.

No
Unit Analisis

Kategori Analisis
Provinsi
(NAD)
 Kota 1
(Banda Aceh)
Kota 2
(Sabang)

1
Selayang Pandang

Sejarah,

Motto
-
-
-

Lambang
-

arti lambang
-
-

lokasi dalam bentuk peta
-
-

visi dan misi

2
Pemerintahan Daerah

Eksekutif
-
-

Legislative
-
-
-

nama, alamat, telepon, e-mail dari pejabat daerah
-
-

biodata dari Pimpinan Daerah
-

3
Geografi


Topografi
-
-
-

Demografi
-
-

cuaca dan iklim
-
-
-

sosial dan ekonomi
-
-

budaya dari daerah bersangkutan
-
-

Ada informasi berupa numeris / statistik dan harus mencantumkan nama instansi dari sumber datanya.
-
-
-

4
Peta Wilayah dan Sumberdaya

peta wilayah
-
-

bentuk peta
sumberdaya
-
-
-

5
Peraturan/Kebijakan Daerah


Peraturan Daerah (Perda) yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah bersangkutan.

6
Buku Tamu


Buku Tamu
-
-
-

Forum
-
-
-

7
Total
9
6
6

Berdasarkan hasil analisa kelompok kami fasilitas terlengkap dari poin 1-6 diraih website Provinsi NAD dengan nilai 9, sedangkan website Kota Banda Aceh dan Sabang mendapatkan nilai yang sama yaitu 6.
Poin pertama yaitu selayang pandang website Provinsi NAD dan Kota Sabang mendapatkan nilai yang sama sebesar 4 perbedaannya hanya terdapat pada arti lambang yang dimiliki oleh Kota Sabang sementara Provinsi NAD tidak memilikinya, dan lokasi dalam bentuk peta dimiliki oleh Provinsi NAD sementara Kota Sabang tidak. Sementara Kota Banda Aceh hanya memiliki sejarah dan visi misi.
Pada poin kedua yaitu pemeintahan daerah. Website Kota Banda Aceh memuat biodata dari Pimpinan Daerah, dan nama, alamat, telepon, e-mail dari pejabat daerah. Sedangkan Website Provinsi NAD hanya memuat biodata dari Pimpinan Daerah. Dan Website Kota Sabang hanya memuat anggota eksekutif.
Poin ketiga yaitu geografi. Website Provinsi NAD memuat 2 poin, yaitu sosial dan ekonomi, dan budaya dari daerah bersangkutan. Website Kota Banda Aceh hanya memuat demografi. Sedangkan Website Kota Sabang tidak memuat poin apapun mengenai geografi.
Pada poin keempat yaitu peta wilayah dan sumber daya. Hanya Website Provinsi NAD yang memuat 1 poin, yaitu peta wilayah. Sementara Kota Banda Aceh dan Sabang tidak memuat apapun.
Poin kelima yaitu Peraturan/Kebijakan Daerah. Ketiga website memuat peraturan daerah.
Poin keenam yaitu buku tamu. Ketiga website tidak memuat buku tamu dan tidak memuat forum.