Selasa, 21 November 2017

Proses Audit Sistem Informasi

JENIS - JENIS AUDIT

Menurut (Sukrisno Agoes, 2004), ditinjau dari luasnya pemeriksaan, maka jenis-jenis audit dapat dibedakan atas:
  1. Pemeriksaan Umum (General Audit), yaitu suatu pemeriksaan umum atas laporan keuangan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang independen dengan maksud untuk memberikan opini mengenai kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.
  2. Pemeriksaan Khusus (Special Audit), yaitu suatu bentuk pemeriksaan yang hanya terbatas pada permintaan auditee yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan memberikan opini terhadap bagian dari laporan keuangan yang diaudit, misalnya pemeriksaan terhadap penerimaan kas perusahaan.
Masih menurut sumber yang sama, menurut (Sukrisno Agoes , 2004), ditinjau dari jenis pemeriksaan maka jenis-jenis audit dapat dibedakan atas:
  1. Audit Operasional (Management Audit), yaitu suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah ditetapkan oleh manajemen dengan maksud untuk mengetahui apakah kegiatan operasi telah dilakukan secara efektif, efisien dan ekonomis.
  2. Pemeriksaan Ketaatan (Complience Audit), yaitu suatu pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan telah mentaati peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan yang berlaku, baik yang ditetapkan oleh pihak intern perusahaan maupun pihak ekstern perusahaan.
  3. Pemeriksaan Intern (Internal Audit), yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian internal audit perusahaan yang mencakup laporan keuangan dan catatan akuntansi perusahaan yang bersangkutan serta ketaatan terhadap kebijakan manajemen yang telah ditentukan.
  4. Audit Komputer (Computer Audit), yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap perusahaan yang melakukan proses data akuntansi dengan menggunakan sistem Elektronic Data Processing (EDP).

RESIKO AUDIT

Resiko Audit adalah risiko auditor memberikan pendapat yang tidak pantas atas laporan keuangan, terutama ketika laporan keuangan tersebut mengandung salah saji material. 

Komponen Resiko Audit :

1. Risiko Bawaan

adalah kerentanan suatu asersi terhadap salah saji material dengan asumsi tidak ada kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern yang terkait. Risiko bawaan selalu ada dan tidak oernah mencapai angka nol.

2. Resiko Pengendalian 

adalah resiko bahwa suatu salah saji material, yang dapat terjadi dalam suatu asersi, tidak dapat dideteksi ataupun dicegah secara tepat pada waktunya oleh berbagai kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern perusahaan.

3. Resiko Deteksi 

merupakan risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi. 

AUDIT KELOLA TI

1. Pengertian Tata Kelola Teknologi Informasi

sebuah struktur dari hubungan relasi dan proses untuk mengarahkan dan mengendalikan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan dengan memberikan nilai tambah ketika menyeimbangkan resiko dengan menyesuaikan TI dan proses bisnis perusahaan.

2. Kerangka Tata Kelola Teknologi Informasi

 Information Technology Infrastructure Library (ITIL) (Davies, 2003), ISO 17799 (ISO, 2005) dan Control Oijectives for Information and related Technology)! (COBIT) (ISACA, COBIT 4.1,2007). Kerangka kerja tersebut memiliki peran dan fungsi masing-masing dalam Tata Kelola TI. Peran dan fungsi utama dalam Tata Kelola TI mencakup dua hal utama, yaitu: pengaturan (govern) dan pengelolaan (manage) seperti terlihat dalam Gambar 1.2 (ISACA, Integrating COBIT into the IT Audit Process (planning, Scope) Development, Practices), 2006). Pengaturan (govern) mencakup hal-hal apa yang mendasari tata kelola tersebut yang ditentukan melalui pendefmisian strategi dan kontrol. Contoh kerangka kerja yang masuk dalam cakupan ini adalah COBIT.

3. Audit Tata Kelola Teknologi Informasi 
Audit ini bertujuan khusus untuk memeriksa pengelolaan seluruh sumber daya TI (termasuk di dalamnya manajemen organisasi dan pimpinan), apakah dapat mendukung dan sejalan dengan strategi bisnis.


 

AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER

PENGARUH TI DAN AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER

            Perkemabngan zaman semakin pesat, hal ini berpengaruh juga dengan dunia ekonomi, karena maju keadaan ekonommi satu Negara menandakan bahwa Negara itu semakin berkembang. Oleh karena itu berpengaruh pula di dalam dunia akutansi khususnya auditing karena dalam standar profeswional akuntan public (SPAP) juga ditekankan perlunya pemahaman audiotor dalam pemeriuksaan sebuah sistem akutansi berbasis computer.sehingga dunia sekarang mempunyai teknik audit ytang berbantuan computer (TABK) atau Computer Aissted Audit Technique Tools (CAAT) yaitu setiap penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit.penggunaan TABK atau CAAT akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas auditor dalam melaksanakan audit dengan memanfaatkan segala kemampuan yang dimiliki oleh computer.

PROSES AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER

1.   Tahap Perencanaan Audit


Menghendaki auditor yanhg disesuaikan dengan tujuan audit. Pentingnya cakupan audit adalah untuk memahami organisasi dan pemrosesan data yang akan di audit.

2. Survei Pendahuluan

Membantu auditor untuk mengidentifikasi problem area dan operasi untuk kesuksesan pengauditaan pemrosesan data.

3. Tahap Audit Terperinci

·         Fungsi pengumpulan pemrosesan informasi
·         Praktek kebijakan SDM
·         Pengoprasian komputer
·         Penerapan sistem pengoprasian


 4. Pelaporan 

Laporan audit didistribusikan kepada manajemen dan dewan audit. Isi laporan ini bervariasi sesuai dengan tujuan manajemen






APLIKASI AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER
1    1.  IDEA (Interactive data Analysis Software)
Mempersiapkan laporan manajemen dan analisis analisi lainnya, termasuk menelusuri security log.

2.   2. APG (Audit Program Generator)
Memenuhi semua usur pengungkapan dan bahwa perusahaan klienb telah memastikan bahwa perusahaan telah mematuhi peratuean perpajakan yang berlaku.

3.   3. Microsoft Excel
Dapat dilakukan pengolahan atau manipulasi sesuai keperluan audit yang dilakukan, tentunya dengan menginputkan formula-formula yang diperlukan.

AUDIT SI MENGGUNAKAN EXCEL
1.   1. Uji duplikasi
Proses pembuatan rekapitusai dengan sangat cepat. Pencarian duplikasi data sepertiu identitas kewarganegaraan (1 orang memiliki lebih dari 1 identitas).

2.   2. Import file untuk di analisa
Menyimpan semua data atau lebih lembar kerja Excel di Access. Anda harus menimpor konten tersebut kedalam database Access. Ketika mengimpor data, Access membuat salinan data itu di dalam tabel yang baru atau yang suda ada tanpa mengubah sumber lembar kerja Excel.

3.   3.  Memeriksa Data
Anda bisa membuat Excel melewati sebuah kata sekali atau pada keseluruhan dokumen, memilih satu yang disarankan oleh program, atau bahkan menambahkan kata baru ke dalam kamus.

AUDIT KEAMAANAN INFRASTRUKTUR JARINGAN
Secara umum keamaan audit infrastruktur jaringan ada 2 bagian yaitu performance audit dan security audit. Performance audit lebih menitik beratkan pada peningkatan kinerja jaringan komputer, sedangkan security audit lebih pada sistem keamanan jaringan komputer.

1.     1.  Performance Audit
Lebih menekankan pada aspek kebutuhan organisasi dan meningkatkan proses bisnis dan memenangkan kometisi. Performance audit akan menghasilkan angka-angka yang dengan di olah menggunakan metode statistic dan gambaran langkah – langkah yang harus diambil oleh organisasi/perusahaan.

2   2.Security Audit adalah penilaian atau evaluasi teknis yang sistematis dan terukur mengenai keamanan komputer dan aplikasi.
·         Penilaian otomatis
·         Penilaian non otomatis

Penilaian otomatis, berkaitan dengan pembuatan laporan audit yuang dijalankan oleh susatu perangkat lunak terhadap perubahan status file dalam komputer.
Penilaian non-otomatis, pengamatan terhadap semua akses ke sistem operasi dan software aplikasinya, serta analisis semua akses fisik terhadap sistem komputer secara menyeluruh.

Metode Audit Jaringan
Proses audit untuk jaringan komputer akan semakin kompleks jika sistemnya semakin besar danterintegrasi satu sama lainnya. Pendekatan auditnya dapat dilakukan dari dua arah, yaitu pendekatanTop-down dan pendekatan Bottom-up.

1    1.  Pendekatan Top-down
dengan memulai melakukan identifikasi dari layer OSI yang tertinggi, yaitu Application Layer menuju ke layer yang terendah, yaitu PhysicalLayer. 

2    2. Pendekatan Bottom Up
kebalikan dari pendekatan Top-down, yaitu denganmemulai melakukan identifikasi dari layer OSI yang terendah, yaitu Physical Layer menuju kelayer yang tertinggi, yaitu Application Layer. Dalam hal ini audit dimulai dari infrastruktur komunikasi dan berakhir di perangkat lunak (software) aplikasi komunikasi.

  Sumber :



Minggu, 08 Oktober 2017

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

PENGERTIAN AUDIT

            Audit adalah proses sistematis  untuk mengevaluasi data secara objektif terhadap pengamanan asset, memelihara integritas data, mendorong pencapaain tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien.

PENGERTIAN TEKNOLOGI

            Teknologi adalah sebuah pengetahuan yang ditujukan untuk menciptakan alat, tindakan pengolahan dan ekstaksi benda. Teknologi digunakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari secara singkat, kita bisa menggambarkan teknologi sebagai produk, proses, atau organisasi.

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI

Sistem Informasi terdiri dari 2 kata yaitu :

            Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi yang berfungsi bersama sama untuk mencapai suatu tujuan yang dicapai.

            Informasi adalah sekumpulan data yang diorganisir atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi se penerima.


            Jadi Sistem informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil suatu keputusan untuk menjalankan operasional suatu perusahaan, yang dimana sistem tersebut merupakan kombinasi dari manusia, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang terorganisis.
            

PENGERTIAN AUDIT TEKNOLOGI  SISTEM INFORMASI
            Audit teknologi sistem informasi adalah proses pengumpulan data-data dan pengevaluasian bukti-bukti untuk menentukan apakah suatu sistem aplikasi telah menetapkan dan menerapkan sistem pengendalian internalisasi yang memadai.

FENOMENA ERA SISTEM INFORMASI
            Fenomena sistem informasi saat ini salah satunya adalah dapat sangat mudah tersebarnya suatu informasi keseluruh dunia dalam waktu yang sangat singkat salah satunya adalah kejadian apa saja yang telah dilakukan oleh dunia saat ini akan sangat singkat dalam tersebarnya suatu informasi.

PERKEMBANGAN AUDIT SAAT INI
            Para ahli menyatakan bahwa “globalisasi ekonomi menuntut auditor untuk cepat berdaptasi dengan standar internasional”. Namun di Indonesia masih banyak sekali kesalahpahaman yang terjadi atas laporan auditor.

REVIEW SOFTWARE AKUTANSI
            Software akutansi adalah sebuah program aplikasi yang memang dirancang khusus untuk mempermudah pekerjaan paraakuntan dalam pencatatan transaksi usaha yang sama dengan apa yang dilakukan secara manual.

Kelebihan software akutansi

a)      Membutuhkan spesifikasi komputer yang sangat minim dan bisa   berjalan         dalam komputer pentium 1.
b)      Respon Cepat.
c)      Jarang diserang virus. Hal ini karena kebanyakan virus berjalan di sistem operasi Windows, sedangkan  software akuntansi ini menggunakan DOS sehingga cukup aman dari virus.
d)     Real time maksudya adalah data yang diinput akan segera tersimpan di dalam database, sehingga bila terjadi pemadaman listrik tiba-tiba saat kita tengah melakukan proses penginputan data, kita tidak perlu melakukan penginputan ulang karena data yang sebelumnya kita masukkan akan secara otomatis tersimpan dalam database.

Kekurangan software akutansi

a)      Tampilan masih monokrom (hitam-putih) sehingga memberikan kesan kurang nyaman pada saat penginputan data.
b)      Memerlukan printer dot matriks dengan harga perawatan printer yang sangat mahal dan bersuara berisik yang dapat mengganggu kinerja perusahaan.
c)      Hasil cetak biasanya memerlukan kertas khusus untuk printer dot matriks dan biasanya berukuran besar (A3) yang kurang efisien.
d)     Sangat sulit untuk melakukan upgrade bila perusahaan mengalami perkembangan usaha. 

Sumber :


Sabtu, 25 Maret 2017

Tugas Peng. Animasi & Desain Grafis

Desain Grafis

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art.
Kata Desain Grafis pertama kali digunakan pada tahun 1922 di sebuah esai berjudul New Kind of Printing Calls for New Design yang ditulis oleh William Addison Dwiggins, seorang desainer buku Amerika.

Definisi Desain Komunikasi Visual

Desain Komunikasi Visual ditinjau dari asal kata (etimologi) istilah ini terdiri dari tiga kata, desain diambil dari kata designo (Itali) yang artinya gambar. Sedang dalam bahasa Inggris desain diambil dari bahasa Latin designare) yang artinya merencanakan atau merancang. Dalam dunia seni rupa istilah desain dipadukan dengan reka bentuk, reka rupa, rancangan atau sketsa ide.
 Kemudian kata komunikasi yang berarti menyampaikan suatu pesan dari komunikator (penyampai pesan) kepada komunikan (penerima pesan) melalui suatu media dengan maksud tertentu. Komunikasi sendiri berasal dari bahasa Inggris communication yang diambil dari bahasa Latin communis yang berarti sama (dalam Bahasa Inggris:common). Kemudian komunikasi kemudian dianggap sebagai proses menciptakan suatau kesamaan (commonness) atau suatau kesatuan pemikiran antara pengirim (komunikator) dan penerima (komunikan).
Sementara kata visual sendiri bermakna segala sesuatu yang dapat dilihat dan direspon oleh indera penglihatan kita yaitu mata. Berasal dari kata Latin videre yang artinya melihat yang kemudian dimasukkan ke dalam bahasa Inggris visual.
Jadi Desain Komunikasi Visual bisa dikatakan sebagai seni menyampaikan pesan (arts of commmunication) dengan menggunakan bahasa rupa (visual language) yang disampaikan melalui media berupa desain yang bertujuan menginformasikan, mempengaruhi hingga merubah perilaku target audience sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Sedang Bahasa rupa yang dipakai berbentuk grafis, tanda, simbol, ilustrasi gambar/foto, tipografi/huruf dan sebagainya yang disusun berdasarkan kaidah bahasa visual yang khas berdasar ilmu tata rupa. Isi pesan diungkapkan secara kreatif dan komunikatif serta mengandung solusi untuk permasalahan yang hendak disampaikan (baik sosial maupun komersial ataupun berupa informasi, identifikasi maupun persuasi).

PERBEDAAN DESAIN GRAFIS DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Desain grafis hanya bersifat dua dimensi yang hasil akhirnya adalah dicetak seperti poster, famplet atau komik. Sedangkan hasil dari DKV adalah poster, famplet, komik, 3D, animasi, video, sampai dengan ilmu periklanan (komunikasi). Dengan kata lain,
desain grafis masih dalam cangkupan atau bagian dari DKV.





Contoh Desain Grafis 

1. Logo 



2. Poster





3. Iklan